Rilis : Juni 2007
Sutradara : Michael Moore
Genre : Dokumenter
Canes Film Festival Best Movie of The Year 2007
SicKO merupakan sebuah film kontroversi penuh humor sinis, sindiran dan fakta yang mengangkat realita mahalnya biaya kesehatan dan kebobrokan sistem pelayanan kesehatan di Amerika, serta kejahatan pihak asuransi kesehatan dalam berkelit dari tanggungjawab terhadap klaim klien dengan cara seperti menyewa detektif dan mendesak dokter yang bekerja pada asuransi tersebut agar tidak memberi pelayanan kesehatan pada klien atau mengeluarkan diagnosis dan statement palsu mengenai kesehatan klien. Tujuannya satu.. save the company’s money they should’ve have spent for clients’ claim.. (Percuma ya…punya asuransi.. tapi tidak terproteksi.. )
Di film ini, Mike menyoroti (dengan melakukan survei lapangan dan interview langsung) mengapa perawatan kesehatan di AS tidak gratis, sementara di bebrapa negara seperti Kanada, Inggris, Prancis dan bahkan Kuba (yang komunis dan dianggap rendah oleh AS) justru menggratiskan biaya perawatan rumah sakit (termasuk operasi dan melahirkan). Mungkin itulah yang menyebabkan pemerintah AS mengeluarkan “travel warning” bagi penduduknya ke negara Kanada dan Kuba [agar penduduk AS di utara dan selatan negara ini tidak kabur ke negara-negara tersebut untuk mendapat pengobatan..mungkin?? (^.^)#??]
Bukti lain buruknya sistem pelayanan kesehatan di AS juga tercermin dari praktek pembuangan pasien yang tidak memiliki asuransinya dan tidak mampu membayar tagihan biaya perawatan ke pinggir jalan dengan menggunakan taksi yang dibayar pihak rumah sakit. Ada juga satu “scene” tragis mengenai perlakuan tidak adil pemerintah AS terhadap para sukarelawan peristiwa WTC 9/11 yang sempat di elu-elukan sebagai pahlawan nasional yang sekarang ternyata diabaikan dengan keadaan kesehatan yang menyedihkan, sangat bertolak belakang dengan fasilitas kesehatan ekstra mewah yang disiapkan pemerintah AS bagi para “teroris” tersangka pelaku pengeboman WTC yang ditahan di penjara nomor wahid di dunia, Guantanamo, Kuba. Mike bahkan membawa para mantan sukrelawan ini langsung ke Guantanamo dengan yatch kecil sewaan hanya untuk mendapat pengobatan dari pihak medis Guantanamo.
So.. what was behind all this chaos?? How could it be happend?? Simak saja film berdurasi sekitar 2 jam ini dari rental kesayangan kamu, atau.. beli aja kalau emang punya uang lebih… Gak bakal nyesel, karena film yang memang agak berat dan sedikit berbau politik ini bisa ngebuka wawasan kita kalau masyarakat AS juga masih jauh dari standar kehidupan yang mereka sebut “ The American Dream”.. Sama aja seperti di Indonesia..hehe..
Putri Karina

yup..
agree with you..
this film really touchy, esp. at the end of the film,
when finally, all those 9/11 helpers (‘heroes’), got theirs medication for free at Cuba,
for the prescription that only cost about 5 cents, which can help the woman life… Which she used to pay for it for about 120 dollars in her own country…
But, how ’bout us, indonesia? What kind of Health system we r gonna make in d future? How ’bout the fact that most of indonesian people is poor? Even they couldn’t pay for any insurance? Just think it.. No, Start it today..
indah alias ichay mau ikutan comment untuk film ini..
baru nonton filmnya kemaren, subhanallah, BAGUS BANGET!!! Saya sampe nonton 2x dalam 2 hari! (yang kedua nemenin adek nonton hehe)
Film yang sangat menyentuh, membuat saya kaget, because i always thought that USA is a big country, and, call me a naive, i always thought that the bigger the country, the more it give to its citizens (the same thought like the Che Guavara’s daughter in the movie)
I always thought that American always got the best thing in everything, from economy to health services, from cuisine to vacation, anything, soalnya bisa dibilang Amerika adalah negara yang memegang perekonomian dunia.
The real life in this movie never came across even a little in my head!
And i feel so sorry for them..
Adegan yang paling saya suka adalah saat Moore mengunjungi negara2 lain (Kanada, Perancis, Inggris dan Kuba) dan mendapat kenyataan bahwa keadaan sistem kesehatan di sana sangatlah tidak masuk akal buat dia sebagai warga Amerika. (lucu banget waktu dia jadi ajang tertawa orang2 karena dia nanyain dimana kasir atau departement of billing :p)
Hal yang membuat takjub di film ini: selain semua adegan dan cerita yang bagus dan valued banget, adegan yang mengagetkan saya adalah adegan yang menerangkan tentang fungsi kasir di Inggris yaitu untuk memberikan uang untuk pasien yang ga punya uang buat pulang! (What!! This is insane!! ini yang saya bilang waktu nonton hahah)
Adegan yang membuat saya menangis adalah ketika para pahlawan 9/11 yang tidak mendapatkan penghargaan di USA, atau ga usah ngomongin penghargaan deh, untuk obat dia sakit aja susah, ternyata di Kuba malah disambut dan dihormati oleh para pemadam kebakaran di sana. Bener2 dalem..
Kata2 yang saya sukai di film ini, selain di akhir film yang membuat saya makin menangis (maklum saya cengeng hehe), saya juga suka waktu Moore bilang:
“You can see the best of people from how they treat the least, or should we reverse, you can see the best of people from how they treat the best, their heroes?”
Lupa kalimat benernya gimana. Intinya di adegan ini, Moore lagi curhat kekecewaan (dan kebingungan) dia tentang Amerika yang membuang warganya sendiri di jalan. Trus dia bilang kalimat di atas deh.. ngerti ga si? heheh, bingung ya.. mending nonton aja di filmnya langsung yaaah..
Buat temen2 semua, terutama yang anak kedokteran, yang bukan juga gpp (adek saya aja suka banget), WAJIB BANGET nonton film ini. Jangan cuma nonton Pocong3, Suster Ngesot dan sebagainya (hehe lebay), sometime our brain need a smart movie. And this movie is one of best movie i’ve ever watched!!!
Love it, thanks to Michael Moore who made this movie!!!!
P.S. Pengen nonton film2 dokumenter karya Moore yang lain.. Buat yang punya, minjem doong
gw setuju chay,,
btw,, koq posting irma ga dipublish ma bapak admin ya??
waiting for it
one i’ve realized,, what people said,, dont eat it all to ur mind without think it before. dan kenyataannya,, amerika ga seindah bayangan kita ya..ironi.
Yup.. rumput tetangga kadang mang lebih hijau.. padahal.. sama2 gersang.. :p hehe.. So, be thankful for what we have, optimize it, n improve it!! mdh2.. qt bisa bangun sistem kesehatan yang lebih baik ya..
buat kamel, postingan ttg filmnya langsung aja di copy paste ke sini, soalnya emg bukan postingan, tapi comment okeh. klo gw yg copy paste nanti yg muncul nama gw.
oke ma, segera yah, klo ga ngerti caranya dateng aja ke emon, channy, sidik, gw
I don’t know why,, but after watched this SICKO movie,, just feel insurance like such a ….. thing. Mungkin karena memang orang-orang yang berada di balik asuransi adalah profit oriented person type, dan mereka melihat celah ’oh,, kita manfaatkan saja dana kesehatan (dana orang sakit ,-red) tuk memakmurkan diri’ (yaiks).. dan tercetuslah asuransi (di film ini ya). Tapi ga jamin juga dengan system kesehatan nasional kayak di Canada or united kingdom, bisa ngejamin masyarakat nya ga kekurangan pelayanan kesehatan. Nothing free in this world,, klo dapet free health service, pasti di cover via tax yang gedenya amit-amitan. Yah,, memang masing-masing system punya plus minusnya sih.
Klo buat Indonesia sendiri,, system mana ya yang lebih cocok?? Kayaknya system ‘orang miskin dilarang sakit’ , abis klo sakit,, ga ada jaminan penyakit ilang,, tapi pasti kocek dijamin terkuras. Jadilah yang miskin tambah miskin, yang kaya –berhubung dia berobat menggunakan dana masyarakat- jadi tambah makmur. secara disini orang sakit masuk rumah sakit keluar dari RS bukannya membaik malah tambah ‘sakit’ .
ya Allah,, kenapa comment nya sinis amat ya?? Maaf.. (-_-)
Tapi, emang bingung klo mau mengaplikasikan system penjaminan kesehatan tuk orang Indonesia. Kayaknya mending uangnya dipake buat ngedidik masyarakat nya dulu kali ya.
Sekedar share aja,, sekarang kan puskesmas di sumedang dah gratis,, walaupun masih belum tuk semua pelayanan,, nah, orang-oarang mah ga mau tau,, pokoknya pengan dapet hak nya -pelayanan gratis-, tapi ga mau ngejalanin kewajibannya –misal, minum antibiotic ampe tuntas,, alih-alih diabisin tuh antibiotic, eh malah disimpen tuk jaga-jaga klo sakit lagi di kemudian hari- . trus ada juga yang gengsi ga mau datang ke puskesmas tuk dapet pengobatan gratis. Duh,, cape deh!!
See,, jadi emang kudu didik heula nya
And now,, ku jadi mempertanyakan kembali konsep asuransi ( hix,, padahal semenjak belajar CHOP I bersama dr. Elsa,, dah tertarik tuk ambil S2-S3 tentang manajemen kesehatan dan asuransi)
LIEUR…
‘Meantime,, i’ll go to my government to do my laundry’
btw,,
chay,, koq tau c klo yang nanya itu irma??
padahal dah pake nama samaran
eh,, ketauan juga
;p
SiCKO is greatfull movie was i watched…
health insurance in Amerika is fuckin’ BULLSHIT…
sebaiknya negara maju membenahi sikap dalam pemerintahannya yang sangat cacat. lebih baik negara teroris yang msh pny attitude utk mnolong warga negara musuhnya dari pada negara maju yang tidak bisa menolong dan membuang warganegaranya sendiri seperti SAMPAH…
iam non-AMERIKA!!!!!!