Riwayat Hidupku Hari itu 13 Juni 1987 bertempat di sebuah rumah sakit bersalin di sudut kota Jakarta lahirlah seorang putri mungil anak pertama dari pasangan orang tua yang sangat berbahagia. Mereka memberinya nama Andalia Fitri, yang merupakan gabungan dari nama keduanya Drs. Anwar Ibrahim, M.Eng. Sc dan Ir. Deliana Oesman, M.T. Saya merupakan anak pertama dari dua bersaudara. Adik saya lahir 2 tahun kemudian tepatnya 24 Maret 1989 di rumah sakit yang sama, kedua orang tua saya memberinya nama Noviyanti. Kami sekeluarga tinggal di Bekasi, yaitu di sebuah rumah di jalan Bintara II Rt.003 Rw.012 No.39 Bekasi Utara. Rumah kami memang di Bekasi tetapi sebagian besar aktivitas dilakukan di kota Jakarta, jadi sejak pagi buta kami sekeluarga sudah harus berada di jalan agar bisa sampai di tempat tujuan tepat waktu. Sejak taman kanak-kanak hingga sekolah menengah atas saya lewati di Bekasi. Taman Kanak-Kanak Islam At-Taqwa II, SDN Pejuang II, serta SLTPN I Bekasi telah memberikan saya banyak kenangan, tempat saya menuntut ilmu dan mendapatkan teman-teman yang sangat baik. Selepas menempuh pendidikan SMP, saya memutuskan untuk melanjutkan pendidikan di sebuah SMA di daerah Jakarta. Awalnya saya ingin menambah banyak teman, karena sebagian besar teman-teman saya di SMP melanjutkan ke SMA favorit di Bekasi, selain itu setelah membaca sebuah artikel di majalah tentang program akselerasi saya berniat untuk memasuki sekolah dengan program tersebut. Setelah melalui persaingan yang ketat akhirnya saya diterima di sebuah SMA unggulan di bilangan Jakarta Timur yaitu SMUN 81 Jakarta. Awal masuk saya masih ditempatkan di kelas regular, kemudian setelah mengikuti berbagai macam tes baik akademis maupun psikologi, saya berhasil untuk menjadi salah seorang siswa di kelas akselerasi. Satu kelas kami hanya memiliki 17 orang siswa, namun saat kelulusan hanya 16 orang karena seorang teman saya memutuskan untuk kembali ke kelas regular di detik-detik terakhir menjelang ujian. Di SMA ini merupakan suatu pengalaman tersendiri bagi saya dimana waktu bersekolah yang seharusnya 3 tahun dipadatkan menjadi 2 tahun. Banyak sekali kenangan dengan teman-teman baik senang maupun duka dan semuanya menjadi cerita yang unik untuk dikenang. Setelah lulus SMA saya diterima di Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran setelah melalui persaingan ketat memperebutkan kursi mahasiswa dalam Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru (SPMB). Saya bersyukur dapat diterima di FKUNPAD ini karena banyak sekali ilmu, pengalaman, kedewasaan diri, teman-teman yang sangat baik, dan hal lainnya yang saya dapatkan. Tentunya pada masa-masa awal merupakan hal ya ng sulit karena saya harus berpisah dari keluarga dan tinggal sendiri di Jatinangor, namun keadaan itu membuat saya lebih dewasa lagi dalam menghadapi hidup. Sebenarnya tidak pernah terpikir akan melanjutkan pendidikan di FKUNPAD. Berlatar dari pekerjaan ayah yang merupakan dosen fisika di FKUI, tentu menginginkan anaknya berkuliah di sana, dalam hal ini lebih kepada tempat yang lebih dekat dengan rumah, namun Allah telah memberikan yang terbaik yaitu diterima di FKUNPAD sehingga saat ini saya bisa mengikuti Bimbel Kedokteran, suatu program yang hanya ada bila menjadi mahasiswa FKUNPAD. Saya memiliki rasa ingin tahu yang besar dan selalu ingin mencoba hal baru yang dapat memberikan suatu manfaat. Oleh karena itu banyak sekali kegiatan kemahasiswaan dan organisasi yang saya ikuti, baik di BEM, DKM, dan lainnya. Semua kegiatan tersebut bagi saya adalah suatu bentuk penayaluran diri yang positif, selain kegiatan akademis yang wajib untuk diikuti, maka kegiatan di organisasi merupakan suatu bentuk penayluran ilmu yang kita dapat dalam akademis dan juga penyeimbang sehingga tidak monoton terus-menerus ke kampus hanya untuk kuliah. Namun saya juga memiliki sifat negatif yaitu cenderung melakukan sesuatu tergantung mood, tetapi untuk mengatasinya saya melakukan hal lain dulu yang saya senangi sepwerti mendengarkan musik, sehingga mood saya akan kembali lagi. Hal yang sangat saya sukai adalah keteraturan, saya sangat tidak suka dengan hal yang menurut saya tidak sesuai aturan yang telah disepakati, tetapi bila hal tersebut logis tentunya bisa dimaklumi.
boleh kenal ga,,,